Pengenalan Rasio
Keuangan Bank
Rasio
keuangan adalah ukuran yang digunakan dalam interprestasi dana analysis laporan
finansial suatu perusahaan.
Jenis rasio
keuangan bank:
1. Rasio Likuiditas
Rasio
likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan
melihat aktiva lancar peruahaan relativ terhadap hutang lancarnya (hutang dalam
hal ini merupakan kewajiban bank).
Suatu bank
dikatakan liquid apabila bank bersangkutan dapat memenuhi kewajiban
utang-utangnya, dapat membayar kembali semua depositonya, serta dapat memenuhi
permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. Oleh karena itu,
bank dapat dikatakan liquid apabila:
a) Bank
tersebut memiliki cash assets sebesar kebutuhan yang digunakan untuk
memenuhi
likuiditasnya,
b) Bank
tersebut memiliki cash assets yang lebih kecil dari kebutuhan likuiditasnya,
tetapi
mempunyai aset atau aktiva lainnya (misal surat berharga) yang dapat dicairkan
sewaktu-waktu tanpa mengalami penurunan nilai pasarnya,
c) Bank
tersebut mempunyai kemampuan untuk menciptakan cash asset baru melalui berbagai
bentuk hutang.
Rasio yang
rendah menunjukkan resiko likuiditas yang tinggi, sedangkan rasio yang tinggi
menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar, yang akan mempunyai pengaruh yang
tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan.
Dalam rasio
likuiditas, rasio yang dapat diukur antara lain: quick ratio, banking ratio,
dan loans to assets ratio.
1) Quick
Ratio
Rasio ini
untuk mengetahui kemampuan dalam membiayai kembali kewajibannya kepada para
nasabah yang menyimpan dananya dengan aktiva lancar yang lebih liquid yang
dimilikinya.
2) Banking
Ratio/Loan to Deposit Ratio (LDR)
Rasio ini
untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar kembali kewajiban kepada para
nasabah yang telah menanamkan dana dengan kredit-kredit yang telah diberikan
kepada para debiturnya. Semakin tinggi rasionya semakin tinggi tingkat
likuiditasnya.
3) Loan to
Assets Ratio
Rasio ini
untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi permintaan para debitur dengan
aset bank yang tersedia. Semakin tinggi rasionya semakin rendah tingkat
likuiditasnya.
2. Rasio
Solvabilitas (Capital)
Rasio
permodalan sering disebut juga rasio-rasio solvabilitas atau capital adequacy
ratio. Analisis solvabilitas digunakan untuk: 1) ukuran kemampuan bank tersebut
untuk menyerap kerugian-kerugian yang tidak dapat dihindarkan, 2) sumber dana
yang diperlukan untuk membiayai kegiatan usahanya sampai batas tertentu, karena
sumber-sumber dana dapat juga berasal dari hutang penjualan aset yang tidak
dipakai dan lain-lain, 3) alat pengukuran besar kecilnya kekayaan Bank tersebut
yang dimiliki oleh para pemegang sahamnya, dan 4) dengan modal yang mencukupi,
memungkinkan manajemen bank yang bersangkutan untuk bekerja dengan efisiensi
yang tinggi, seperti yang dikehendaki oleh para pemilik modal pada bank
tersebut. Pada rasio permodalan, dapat diukur antara lain: capital adequacy
ratio.
1) Capital Adequacy
Ratio (CAR)
Rasio ini
digunakan untuk mengukur kemampuan permodalan yang ada untuk menutup
kemungkinan kerugian didalam kegiatan perkreditan dan perdagangan surat-surat
berharga.
2) Capital
to Debt Ratio
Rasio ini
digunakan untuk mengukur seberapa jauh dana disediakan oleh kreditor.
3. Rasio
Rentabilitas
Rasio
rentabilitas selain bertujuan untuk mengetahui kemempuan bank dalam
menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur
tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya. Pada
rasio rentabilitas (keuntungan), rasio yang dapat diukur antara lain: return on
assets, biaya operasi/pendapatan operasi, gross profit margin, dan net profit
margin.
1) Return On
Assets (ROA)
Rasio ini
mengukur kemampuan bank didalam memperoleh laba dan efisiensi secara
keseluruhan.
2) Biaya
Operasional/Pendapatan Operasional (BO/PO)
Rasio ini
digunakan untuk mengukur perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap
pendapatan operasi yang diperoleh bank. Semakin kecil angka rasio BO/PO, maka
semakin baik kondisi bank tersebut. Rasio ini digunakan untuk mengukur
perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap pendapatan operasi yang
diperoleh bank. Semakin kecil angka rasio BO/PO, maka semakin baik kondisi bank
tersebut.
3) Gross
Profit Margin
Rasio ini
untuk mangetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari operasi usahanya
yang murni. Semakin tinggi rasionya, semakin baik hasilnya.
4. Net Profit
Margin
Rasio ini
untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih sebelum pajak (net
income) ditinjau dari sudut pendapatan operasinya.
5. Rasio Resiko
Usaha Bank
Setiap jenis
usaha selalu dihadapkan pada berbagai resiko, begitu pula didalam bisnis
perbankan, banyak pula resiko yang dihadapinya. Resiko-resiko ini dapat pula
diukur secara kuantitatif antara lain dengan: deposit risk ratio, dan interest
risk rate ratio.
1. Deposit
Risk Ratio
Rasio ini
memperlihatkan resiko yang menunjukkan kemungkinan kegagalan bank dalam
memenuhi kewajiban kepada para nasabah yang menyimpan dananya diukur dengan
jumlah permodalan yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan.
2. Interest
Risk Rate Ratio
Rasio ini
memperlihatkan resiko yang mengukur kemungkinan bunga (interest) yang diterima
oleh bank lebih kecil dibandingkan dengan bunga yang dibayarkan oleh bank.
6. Rasio
Efisiensi Usaha
Untuk
mengukur kinerja manajemen suatu bank apakah telah menggunakan semua faktor
produksinya dengan tepat guna dan hasil guna, maka melalui rasio-rasio keuangan
disini juga dapat diukur secara kuantitatif tingkat efisiensi yang telah
dicapai oleh manajemen bank yang bersangkutan. Rasio-rasio yang digunakan
antara lain: leverage multiplier ratio, assets utilazation ratio, dan operating
ratio.
1. Leverage
Multiplier Ratio
Rasio ini
untuk mengukur kemampuan manajemen suatu bank didalam mengelola aktiva yang
dikuasainya, mengingat atas pengunan aktiva tetap tersebut bank harus
mengeluarkan sejumlah biaya yang tetap. Semakin banyak/cepat bank mengelola
aktivanya semakin efisien.
2) Assets
Utilazation Ratio
Rasio ini
untuk mengukur kemampuan manajemen suatu bank didalam memanfaatkan aktiva yang
dikuasainya untuk memperoleh total income.
3) Operating
Ratio.
Rasio ini
untuk mengukur rata-rata biaya operasional dan biaya non operasional yang
dikeluarkan bank untuk memperoleh pendapatan.
Sumber :
http://danzoo46.wordpress.com/pengenalan-rasio-keuangan-bank/
Kesimpulan :
Menurut saya
rasio meruapakan suatu perhitungan keuangan untuk menilai kinerja suatu
perusahaan suatu bank atau perusahaan. Jenis rasio yang digunakan yaitu: rasio
solvabilitas (kecukupan modal), rasio profitabilitas, dan rasio likuiditas. Jadi,
dengan kata lain penganalisa harus mampu menyesuaiakan apa yang ada pada
periode saat in dengan apa yang akan ada dimasa mendatang yang mungkin bisa
mempengaruhi posisi keuangan suatu bank yang bersangkutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar